Penetapan Hasil Pilkada Sumsel oleh KPUD

September 11, 2008 pukul 1:37 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 13 Komentar
Tag: , , , , , , , , ,

Ahh,,akhirnya bisa posting juga. Setelah tadi selama kuliah cuma bisa memantau lewat radio. Setelah deg-degan dari abis sahur tadi,,akhirnya saya dapet berita.

KPUD Sumsel ternyata jadi melakukan sidang pleno untuk menetapkan pemenang Pilkada Sumsel hari ini (11/09). Rapat pleno ini dijaga ketat oleh polisi. Sejak semalam, polisi sudah mempersiapkan pagar kawat besi sejauh 1 kilometer dari gedung KPUD *yang bener be? ayshh dak percayo aku* serta water canon yang datang tadi pagi. Semua ini disiapkan untuk mengantisipasi kejadian seperti tanggal 9 September lalu.

Polisi berjanji akan menindaklanjuti siapapun yang berusaha mengganggu rapat. Rapat ini dihadiri Continue Reading Penetapan Hasil Pilkada Sumsel oleh KPUD…

Hasil Quick Count Pilkada Sumsel

September 4, 2008 pukul 1:40 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 858 Komentar
Tag: , , , , , , , , , ,

 

Kertas suara Pilkada

Kertas suara Pilkada

 

 

Ada tiga buah Quick Count yang sudah memberi laporan.

Menurut hasil Quick Count LSI (Lembaga Survei Indonesia) untuk pasangan nomer urut 1, Alex Noerdin-Eddy Yusuf, mendapatkan 52,12% suara. Sedangkan pasangan nomer urut 2, Syahrial Oesman-Helmy Yahya, mendapatkan 47,88% suara. Hasil ini berdasarkan jumlah suara 394 TPS dari sampel sebanyak 400 TPS. Metode yang dipakai adalah Stratified-Cluster Random Sampling dengan margin error 1% dan derajat kepercayaan 99%. Menurut LSI, adanya efek cluster, perbedaan jumlah pemilih dari masing-masing TPS dan variasi angka partisipasi memungkinkan tingkat error menjadi lebih besar. Artinya perolehan suara kandidat dari hasil Quick Count ini bisa bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sekitar 1-2%.

Quick Count LSI (Lingkaran Survei Indonesia) bekerjasama dengan JIP (Jaringan Isu Publik), pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf mendapatkan 51,22%, sementara Syahrial Oesman-Helmy Yahya mendapatkan 48,78% suara. Margin error sekitar 2%.

Hasil Quick count dari PUSKAPTIS (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis), pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf mendapatkan 48.89%, sementara Syahrial Oesman-Helmy Yahya mendapatkan 51,11% suara. Survei dilakukan dengan metode multistages random sampling pada 600 TPS di 15 kab/kota, 60 kecamatan. Margin error 1-2%. Puskaptis pun mengklaim bahwa derajat kepercayaan 98-99%.

INGAT… ini bukan Final Count dari KPU. Siapa pemimpin Sumsel 2008-2013??

Tunggu keputusan KPU tanggal 14 September nanti.

Hasil Survei yang Kontradiktif

September 3, 2008 pukul 6:33 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 8 Komentar
Tag: , , ,

Di koran pagi ini ada yang bikin oc geleng-geleng kepala. Ada dua lembaga survei mempublikasikan hasil surveinya dengan hasil yang perbedaan yang signifikan.

Pada halaman 5 Koran Sumatera Ekspres edisi Rabu, 3 September 2008, terdapat iklan full 1 halaman grayscale berjudul, “Survei PUSKAPTIS (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis), SOHE Tetap Unggul, Pilihan Mayoritas Rakyat Sumsel”
Iklan berupa diagram batang dengan keterangan panjang lebar dari Puskaptis.
Berikut hasil survei tersebut.

Sebanyak 42.64% responden memilih pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy), 49,77% responden memilih pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (SOHE), dan 7,59% responden belum menentukan pilihan.
Survei ini diambil periode 26-30 Agustus 2008 dengan teknik stratified random sampling dengan megnambil sampel di 15 Kabupaten/Kota di Sumsel. Jumlah responden 1.500, margin error 3-5% dan tingkat kepercayaan 95%.

Sementara itu, di halaman 15, terdapat iklan iklan setengah halaman dengan background ungu, berjudul “Hasil Survei pemilihan Gubernur Sumsel”.
Terdapat 5 pie chart dengan hasil sbb:

1. Hasil survei pemilhan Gubernur Sumsel
Yang memilih pasangan Aldy sebanyak 46%, SOHE 33% dan 21% belum menentukan pilihan

Jumlah responden 1.650, Lokasi survei tersebar di seluruh kabupaten dan kota, waktu pelaksanaan dari tanggal 19-31 Agustus 2008.
Sumber: Lembaga Survei Independen Indonesia (LSII)

2. Prediksi Pilkada Sumsel
Pasangan Aldy sebanyak 64%
Pasangan SOHE sebanyak 36%

3. Pemilh perempuan
Pasangan Aldy sebanyak 58%
Pasangan SOHE sebanyak 42%

4. Pemilih usia 17-30 tahun
Pasangan Aldy sebanyak 53%
Pasangan SOHE sebanyak 47%

5. Pemilih pedagang, petani dan buruh
Pasangan Aldy sebanyak 66%
Pasangan SOHE sebanyak 34%

Wuahahaha… Ntah ini masih di bawah bayang2 kampanye ato enggak.
Kita liat aja besok..
Doakan Sumsel yaaa!!

Horee.. Besok Nyoblos!!

September 3, 2008 pukul 6:28 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 1 Komentar
Tag: , , , ,

Pilkada Sumsel akan dilakukan besok. Berdasarkan data KPU, ada 5.089.536 orang pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan mencoblos di 2.980 TPS.

Tadi siang oc dah tanya ma beberapa temen, ada yang ngaku belum dapet kartu pemilih, tapi ada juga yang udah dapet. Oc dan keluarga sendiri udah dapet tanggal 1 kemaren.

TPS di beberapa tempat yang oc liat di sepanjang perjalanan ke kampus tadi keliatannya belom siap. Baru ada tenda aja.

Berdasarkan berita lokal, tadi malam kotak suara dan bilik suara baru didistribusikan oleh KPUD Kota Palembang. Untuk kertas suara baru didistribusikan hari ini. Namun ada kendala dalam pendistribusian di daerah OKI dan Muara Enim. Penyebabnya adalah kendala dalam proses entry data DPT. Ada sekitar 30 ribu pemilih tambahan di darah tersebut, sehingga butuh tambahan kertas suara.

Menurut ketua KPUD Sumsel, bagi yang tidak mendapatkan kartu pilih, namun tercantum dalam DPT dapat mencoblos di lingkungan tempat tinggalnya dengan menggunakan kartu identitas seperti KTP, SIM, Paspor, dan Ijazah.

Sore ini,,jam 4an, oc memantau TPS dimana oc bakal nyoblos besok. PErsiapan udah lumayan,,Tenda dan meja udah siap. Kebetulan di sana ada Pak RW ikut memantau, ada kesempatan nih oc tanya2.
Menurut si bapak,
1. ada beberapa warga yang belom cukup umur, tapi dah dapet kartu pemilih. Oc cross check ke salah satu nama yang disebut bapak RW, ternyata bener.. umurnya baru 13 tahun, tapi dah dapet kartu. Ini kali kedua dia dapet kartu pemilih, pertama di pemilihan walikota.

2. ada beberapa warga yang ga dapet kartu pemilih. Sebagian menanyakan haknya untuk memilih, namun sebagian lagi diem aja.

3. Daerah oc kabarnya kekurangan kertas suara. Jumlah pemilih tambahan ga ada back up kertasnya. Hayyoooo…

4. Ada beberapa orang yang dapet kartu dobel. Nah lo!

Nenek oc sendiri dapet kartu dari TPS deket rumah oc. Tapi tadi pagi, BuDe oc telfon. Katanya nenek oc dapet kartu pemilih dan undangan untuk ikut pilkada di TPS deket rumahnya. Weleh-weleh..
Kacawwwww!!

Jajak Pendapat Kompas Tentang Pilkada Sumsel

Agustus 22, 2008 pukul 9:27 am | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 22 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Ini hasil jajak Pendapat Litbang Kompas masalah Pilkada Sumatera Selatan..

Sayang di Website ga ada illustrasi ato pie chartnya.

****

Memiliki hanya dua pasang calon dan keduanya sama berpengalaman dalam memimpin daerah membuat masyarakat Sumatera Selatan gampang-gampang susah dalam menentukan siapa yang paling layak memimpin provinsi itu lima tahun mendatang. Untuk sementara, kekuatan dukungan untuk kedua pasang kandidat terbelah antara timur dan barat.

Menarik untuk mengetahui motif apa yang mendasari pertimbangan seseorang dalam memilih sosok gubernur yang sesuai dengan gambaran idealnya. Dari beberapa motif yang mendasari preferensi memilih, paling tidak terdapat lima faktor yang menjadi pertimbangan. Kelima faktor itu adalah pengalaman memimpin daerah atau organisasi, tingkat pendidikan, popularitas, kekayaan, dan partai politik yang mengusung calon.

Dari kelima faktor itu, masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) yang dijajak pendapatnya oleh Litbang Kompas pada 14 Agustus lalu menempatkan faktor pengalaman memimpin, baik daerah maupun organisasi, sebagai pertimbangan utama. Faktor ini dipilih oleh sembilan dari 10 responden. Faktor yang menjadi pertimbangan terkuat berikutnya adalah tingkat pendidikan (82,3 persen).

Dari kedua faktor ini, pengalaman dan pendidikan, terlihat bahwa masyarakat Sumsel menginginkan sosok pemimpin yang benar-benar kompeten dan mumpuni dalam memerintah dan menyelesaikan persoalan daerah. Faktor lainnya seperti popularitas, kekayaan, dan partai pengusung, lebih sebagai prasyarat pelengkap.

Popularitas

Dari segi popularitas, calon gubernur nomor urut satu, Alex Noerdin, sudah banyak dikenal masyarakat Sumsel karena jabatannya sebagai Bupati Musi Banyuasin yang diembannya sejak 2001. Popularitas Alex tidak kalah dari pesaingnya Syahrial Oesman yang merupakan Gubernur Sumsel periode 2003-2008. Hasil jajak pendapat menyebutkan Alex dikenal oleh 97,7 persen responden. Perolehan ini beda tipis dengan popularitas Syahrial yang dikenal oleh 98,2 persen responden.

Keduanya juga dianggap layak menjadi orang nomor satu di Sumsel. Namun, ketika responden ditanya siapa di antara keduanya yang paling layak, untuk sementara Syahrial menang tipis dengan 39,1 persen suara dari total 555 responden. Adapun Alex 35 persen.

Popularitas ”sekondan” (posisi wakil) dipercaya dapat mendongkrak perolehan suara. Dalam hal ini, Helmy Yahya, selebritas yang tak asing lagi bagi masyarakat Sumsel, lebih populer dibandingkan dengan Eddy Yusuf, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) yang mendampingi Alex. Dari 555 responden yang diwawancarai melalui telepon, hanya enam orang yang tidak mengenal sosok Helmy.

Helmy dianggap layak menjadi wakil mendampingi Syahrial, menurut pengakuan 39,1 persen responden. Pengakuan ini tidak berbeda jauh dengan Eddy yang dianggap layak juga menjadi sekondan oleh 38,2 persen responden.

Secara berpasangan, Syahrial Oesman-Helmy Yahya lebih dijagokan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2008-2013.

Jika pemilihan gubernur diselenggarakan pada saat jajak pendapat ini dilaksanakan, Syahrial Oesman-Helmy Yahya dipilih oleh 54,5 persen responden. Adapun pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf dipilih oleh 45,5 persen responden.

Penguasaan wilayah

Jajak pendapat untuk melihat popularitas dan peluang kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dilakukan kepada masyarakat yang berdomisili di 12 kota, yakni Palembang, Kayu Agung, Pangkalan Balai, Sekayu, Batu Raja, Lahat, Lubuk Linggau, Martapura, Muara Enim, Muara Dua, Pagar Alam, dan Prabumulih.

Dari 12 kota itu, pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya banyak diunggulkan di delapan wilayah di Sumsel bagian timur, yaitu Palembang, Pangkalan Balai, Kayu Agung, Batu Raja, Martapura, Muara Enim, Pagar Alam, dan Prabumulih. Di setiap kota itu persentase responden yang menyatakan akan memilih pasangan nomor urut dua ini berkisar 37 hingga 54 persen.

Ke delapan wilayah ini, secara politik, mayoritas merupakan basis massa partai yang mendukung pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf, yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrat. Pada Pemilu 2004 Partai Demokrat menguasai Palembang, sementara Partai Golkar menang di 10 kabupaten/kota di Sumsel. Tiga kabupaten/kota lainnya, yaitu Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Prabumulih menjadi basis kekuasaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini menjadi salah satu partai yang mendukung Syahrial Oesman-Helmy Yahya.

Di wilayah Batu Raja, ibu kota Kabupaten OKU, tempat Eddy menjabat bupati sejak tahun 2003, belum berhasil dikuasai oleh Eddy dan pasangannya karena lebih banyak responden yang memilih pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya.

Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf unggul di wilayah bagian barat, terutama Sekayu, Lahat, dan Lubuk Linggau. Rentang perolehan persentase pasangan ini antara 37 persen dan 70 persen. Pada Pemilu 2004 ketiga wilayah ini dimenangi Partai Golkar. Sekayu sebagai ibu kota Kabupaten Musi Banyuasin jadi tempat Alex bekerja sebagai bupati.

Dilihat dari loyalitas partai, tidak ada jaminan responden akan menyesuaikan pilihannya sesuai dengan calon yang diusung oleh partai yang dipilih pada Pemilu 2004. Responden yang pada Pemilu 2004 memilih partai pendukung pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf, misalnya, sebagian besar malah menyatakan akan memilih pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (42,3 persen). Hanya 34,3 persen yang akan memilih Alex Noerdin-Eddy Yusuf. Sementara itu, 23,4 persen masih belum memutuskan atau merahasiakan.

Adapun responden yang pada Pemilu 2004 memilih partai yang sekarang mengusung Syahrial Oesman-Helmy Yahya masih dominan konsisten akan memilih pasangan ini (47,6 persen). Namun, sebanyak 33,3 persen menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf.

Dilihat dari aspek primordialisme lainnya, responden pemilih mula, usia 17 tahun hingga 24 tahun, menjatuhkan pilihannya kepada pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya. Adapun pemilih yang berusia 46 tahun ke atas lebih memilih Alex Noerdin-Eddy Yusuf.

Baik masyarakat pendatang maupun penduduk asli memilih Syahrial Oesman-Helmy Yahya. Namun, Syahrial Oesman-Helmy Yahya lebih banyak memikat responden dari kalangan terdidik, yaitu kalangan yang berpendidikan mulai dari SLTA hingga pascasarjana. Responden yang berpendidikan hanya sampai SLTP lebih menggantungkan harapannya kepada pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf. (GIANIE/Litbang Kompas)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.