Debat Calon Gubernur Sumsel di Metro TV

Agustus 29, 2008 pukul 11:35 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 8 Komentar
Tag: , , , , , , ,

Debat Calon Gubernur Sumsel, JUmat (29/8)di Metro TV ternyata tidak dihadiri oleh Bapak Syahrial Oesman.

Pada pagi hari, Sumatera Ekspres, koran lokal Sumsel menulis tentang hal ini. Alasan ketidakhadirannya karena harus mendampingi ibu Megawati Soekarnoputri, ketua umum DPP PDI Perjuangan, untuk berkampanye di Lubuk Linggau. Malamnya rombongan akan bertemu dengan tokoh masyarakat di Lubuk Linggau.

Sebelumnya tim sukses SOHE sudah meminta pengajuan pengunduran, tapi karena KPUD dan MetroTV punya agenda masing-masing, akhirnya penajuan tersebut tidak dapat dikabulkan.

Kehadiran SOHE, kata mereka, bukan berarti takut atau tidak siap. Tapi karena masalah ketidaktepatan waktu, akhirnya tidak bisa hadir, sambil meminta warga menilai bagaimana piawainya SOHE di debat terdahulu.

***

Sementara itu, di acara debat tanpa SOHE, ada empat orang panelis yang diundang. Panelis pertama adalah Eko Prasojo, pakar Otonomi Daerah dari Universitas Indonesia, Markowi Badri, Marketing Politik Analis dari Universitas Sriwijaya, Siroji pakar Pendidikan dari IAIN Raden Fattah Palembang dan pakar politik, Amin Suyitno juga dari IAIN Raden Fattah Palembang.

Menurut Rizal Malarangeng, ketua tim sukses ALDY, acara debat ini menjadi kesempatan para Calon untuk menunjukkan kemampan masing-masing.

Menurut Syafitri Irwan, ketua KPU Sumsel, debat publik ini merupakan rangkaian kegiatan kampanye sebagai ajang penajaman visi misi. Ia menilai, kehatidakhadiran SOHE tidak mengurangi arti penting acara.

Alhasil acara debat seperti tanya jawab panelis ke pasangan ALDY.

Pasangan ini mengemukakan masalah pendidikan dan sekolah gratis yang menjadi prioritas mereka.

Eko Prasojo lalu menanyakan bagaimana kemampuan APBD dalam upaya program ini. Bapak Alex meyakinkan bahwa APBD tidak seluruhnya ditanggung pemerintah Sumsel, melainkan dari APBD kabupaten kota juga.

Kemudian bapak Siroji menanyakan bagaimana mengenai keadilan dalam masyarakat. Bapak Alex menjawab usaha tersebut dimulai dengan menggratiskan sekolah untuk masyarakat.

Setelah diminta oleh Panelis Markoni, Bapak Eddy menjelaskan tentang program mengurangi angka pengangguran. Menurut beliau, dengan transparansi pemberian izin memasukkan tenaga kerja terdidik, akan lebih menyerap tenaga kerja, tapi pemimpinnya harus lebih dulu menjadi contoh baru bisa memberi teguran dan sanksi yang jelas. LOH kok??!! 🙂

Selain itu, pihak penyelenggara debat ternyata telah menyiapkan beberapa poin kontrak politik. Pasangan Aldy ditanya kesediaannya untuk menyetujui kontrak politik kepada Masyarakat sumsel.

Isi kontrak politik tsb antara lain:

1. Pasangan bersedia mengundurkan diri jika ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Bapak Alex menegaskan PASTi akan mundur. Bapak Eddy menambahkan, memang sebagai tersangka korupsi tidak boleh menjabat, jadi bukan cuma mengundurkan diri.

2. Jika ada tim sukses mereka meminta kompensasi proyek tetapi menabak prosedur, bapak Alex mengatakan tim suksesnya membantu ikhlas lahir batin. Namun jika ada, jelas ditolak.

Saat ditanya bagaimana jika tim sukses mengancam akan membeberkan pelanggaran, beliau menjawab, “Saya tidak akan takut, karena tidak Ada yang harus dibeberkan.” Beliau juga menyatakan bahwa ia dan timnya fair.

Aldy berjanji jika mereka menang, akan mengajak Sohe bergabung membangun Sumsel. Namun ketika ditanya jika mereka yang kalah, Alex mengatakan ada program-programnya yang dapat diberdayakan, kendati ia tetap optimistis akan menang.

Iklan

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.