ARIF vs UZUR

September 20, 2008 pukul 7:55 am | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 3 Komentar
Tag: , , , ,

Saya nonton Editorial Media Indonesia beberapa hari yang lalu *sorii, lupa tanggalnya. PEace, ah!* tentang ARIF dan UZUR.

Umur punya hubungan yang cukup menarik untuk diliat. Ada anggapan “makin tua makin arif” ada juga “makin tua makin uzur“.Iyaapphhh.. duaduanya bisa bener smua,,bisa salah smua dong..

Kalo makin tua makin arif, ya mungkin aja karena pengalaman kadang-kadang berbanding lurus dengan waktu. Orang tua biasanya udah banyak makan asam garam dunia. Makanya dari pernyataan itu, ada hal yang ga mungkin ditutupi bahwa “yang muda kurang arif”. begitu?
Ada kalimat yang dibacakan sang narator, Bapak George Irfan, “Kearifan kiranya tumbuh bersama merangkaknya usia. Bukankah asam garam kehidupan tak dapat dicerna sekali tenggak?”

Oke,,pernyataan kedua,,”makin tua makin uzur”.. OTOMATISSSSS…. Ini sudah jadi sebuah kepastian. makin tua, makin mundur kemampuan fisik, ingatan yang mulai menurun, dan BERKURANGNYA PRODUKTIVITAS.

Karena itu.. Dalam memilih para pemimpin di negara ini,kita mesti berpijak pada pernyataan umur yang pertama ato yang kedua?? Hayoooo…

Makin tua makin arif?
Makin tua makin uzur?

Perdebatan pemerintah dan DPR dalam penentuan umur pensiun hakim agung sepertinya pas dijadikan contoh dalam perdebatan umur tadi. Tidak terlalu tua sehingga masih produktif, tapi tidak terlalu muda dipensiunkan sehingga masih bisa memanfaatkan asam garam yang sudah mereka dapat.

Di undang-undang yang berlaku sekarang sudah ditetapkan bahwa hakim agung pensiun dalam usia 65 tahun dan berpeluang untuk diperpanjang 2 tahun, tergantung sikon..

Karena sikon itulah,,yang membuat usia pensiun ketua MA, Bagir manan diperpanjang jadi 70 tahun. Wewww,,,hal ini pasti mengundang tanda tanya. “Apa ga ada orang lain yang lebih pantas jadi Ketua MA selain Bapak Bagir Manan?

Gimana nanti dengan pemilihan Presiden.. Apakah tetap dipertimbangnkan masalah usia produktif ini? Apakah berpijak pada pernyataan satu ato dua? Ato dikombinasikan? Ato sesuai “SIKON” juga??

Saya jadi inget ketua angkatan saya pernah berkata di pidato ultah salah satu teman, “Menjadi tua adalah suatu kepastian, namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan.
Benar..ini adalah sebuah pilihan.
karena hidup adalah pilihan.

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Menjadu tua pasti, menjadi dewasa adalah pilihan… good…. kalo hidup adalah pilihan gimana dong dengan kematian? apakah sebuah pilihan juga???

    Kenyataannya emang untuk sebagian orang kematian tidak hanya menjadi hal yang pasti dihadapi tapi sudah menjadi pilihan juga…. Republik ini sudah semakin pahitkah untuk disinggahi????

    Semoga tidak……

  2. @ Noel
    Hidup adalah pilihan..
    Mati??
    Mati memang bukan pilihan karena Kematian bukan bagian dari Hidup..
    Oke..
    Salam kenal!!

  3. Tapi banyak orang juga yang memilih bunuh diri, jadi pilihan juga dong..
    Oke..
    Lam kenal juga!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: