Duit BI buat Kampanye

Agustus 20, 2008 pukul 7:42 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | Tinggalkan komentar
Tag: , , , , , ,

Kasus BLBI masih bergulir. Menurut keterangan Ali As’ad dan Amru Mu’tasim saat sidang Burhanuddin Abdullah di Pengadilan Tipikor, Aliran dana BI ke DPR digunakan untuk KAMPANYE PEMILU 2004. Dana itu dikasih Hamka Yandhu ke As’ad dan Amru, mantan anggota komisi sembilan DPR Fraksi PKB.

As’an menerima duit 100 juta dari Hamka dalam tiga tahap menjelang masa kampanye 2004. “Ini uang halal, untuk bantu kampanye dan sosialisasi,” kata As’ad menirukan perkataan Hamka saat pemberian tahap pertama.

Sedangkan Amru ngaku nerima 300 juta dalam dua tahap. Tahap pertama Rp100 juta. Lalu, selang 10 hari kemudian Hamka memberikan dua amplop sebesar masing-masing Rp200 juta melalui staf Hamka.

Dia memberikan keterangan yang sama dengan As’ad alasan Hamka memberikan uang tersebut. “Hamka sampaikan uang itu berasal dari BI untuk sosialisasi,” tuturnya.

Amru mengaku uang tersebut digunakan untuk sosialisasi RUU BI seperti independensi BI dan pengawasan BI kepada bank-bank lain. Sedangkan sisanya digunakan untuk kampanye pemilihan dirinya.

Dua-duanya ngaku kalo uangnya udah dibalikin ke KPK saat penyidikan Hamka n Antony.
“Menjadi aib kalau saya tidak kembalikan. Jadi, saya kembalikan walaupun saya harus meminjam,” kata Amru.

Sedangkan As’ad terpaksa menjual mobilnya untuk mengembalikan uang yang dia terima. Sebelum bersaksi, Jaksa menghadirkan Kepala Perwakilan BI di Surabaya Rusli Simanjuntak. Dia menerangkan setelah BPK melaporkan kasus ini ke KPK, bersama Aulia Pohan, Oey Hoey Tiong bertamu ke rumah Ketua BPK, Anwar Nasution.

Menurut rusli memang dia menyuruh Oey untuk memusnahkan risalah rapat 22 Juli 2003 dimana ada tanda tangan Anwar. Uang 3 miliar yang diberikan Antony kepadanya disimpan sebagai alat bukti bila sewaktu-waktu terjadi masalah. “Antony meminta saya untuk melakukan sosialisasi. Tapi karena kami sudah melakukan sosialisasi dengan kegiatan-kegiatan normal kehumasan, saya memutuskan menyimpan uang itu,”.

Ia mengaku tidak pernah memberitahukan perihal uang tersebut kecuali kepada Asnar Ashari. Selain itu, ia pun mengaku tidak membuat tanda terima berkaitan dengan aliran dana BI tersebut ke DPR karena memang dari dulu tidak ada kelaziman untuk bikin tanda terima. Uang 3 miliar itu sendiri selama ini disimpan dalam lemari besi di ruang kerja Rusli sebelum akhirnya diserahkan ke KPK.

Ada-ada aja yaa… Wong kalo mau boong tu yang kompak. Ato kalo mau jujur ya bener-bener. Jangan mencla-mencle kayak gini. Ga jelas….

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: