Debat Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Selatan

Agustus 18, 2008 pukul 4:32 pm | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 18 Komentar
Tag: , , , , , , , , , , ,

Jam 7 malam tanggal 18 Agustus 2008, TVOne menayangkan Debat calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera selatan periode 2008-20013, langsung dari Hotel Novotel Palembang.

Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf dan Syahrial Oesman-Helmy Yahya untuk pertama kalinya ditemukan dalam debat terbuka yang diselenggarakan secara nasional dan ditonton banyak orang.

Konsep debatnya sudah cukup bagus, sih. Sayangnya isi debat itu nggak seperti yang diharapkan.

Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf banyak menggunakan kalimat yang terkesan “mengungkit-ngungkit” hasil kerja Syahrial Oesman, Gubernur Sumsel 2003-2008. Waktu yang diberikan pun banyak habis pada pernyataan-pernyataan yang sebetulnya nggak berbobot untuk dimasukkan dalam forum seperti ini. Kesannya “kayak ga pernah debat aja”.

Pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya terlihat lebih santai dalam menghadapi “sindiran” dari kubu Alex Noerdin. Ada banyak jawaban yang melenceng dari pertanyaan. Namung jawaban-jawaban yang diberikan pun cukup berbobot.

Untuk menguji kesiapan kedua pasangan, ada tiga orang Panelis. Semua panelis memberikan pertanyaan yang cukup oke, walo pada penyampaiannya agak kurang berhasil. Jawaban yang diberikan oleh kedua pasangan pun cukup meyakinkan. Namun, beberapa kali kedua pasangan mengalami deadlock.. Hehe.. Banyakan deadlocknya dari kubu Alex Noerdin.

Hal-hal yang dibahas antara lain masalah keberhasilan Alex Noerdin dalam memimpin Muba, langkah2 peningkatan kesejahteraan, janji-janji masing-masing pasangan calon gubernur, serta blow up tentang “PERUBAHAN” yang dielu-elukan oleh Alex Noerdin-Eddy Yusuf. Namun Helmy Yahya membalasnya dengan mengatakan, “Sebenarnya kalau bicara perubahan, Sayalah perubahan itu.”

Apapun,,, nantinya masyarakat yang akan menilai..

18 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aku gak sempat nonton semalam

  2. Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com
    http://politik.infogue.com/debat_calon_gubernur_wakil_gubernur_sumatera_selatan

  3. Selamat telah melaksanakan debat Cagub Sumsel!!!

    Buat para kandidat, akan lebih baik bila setiap kandidat lebih memfokuskan bagaimana upaya meningkatkan akhlak, ilmu, dan tentunya cara mengamalkan setiap program yang disusun oleh masyarakat/ para kandidat.

    Wassalam

  4. wah sayang sy ndak liat…

  5. assalamualaikum…………

    coba jelaskan maksud anda kubu alex noerdin mengukit-ukit kinerja sohe……!!

    bukankah yang namanya debat itu seperti itu?

    kalau alex noerdin mengatakan di palembang tingkat kriminalitasnya tinggi, itu memang ada bukti.
    coba anda tanyakan pada orang-orang non_sumsel bagaimana budaya sumsel?

    psti jawabannya gak jauh dari kriminalitas…..!!
    benar alex noerdin mengatakan kriminalitas muncul karena kegagalan pemimimpin dalam mensejaterakan rakyatnya…!!!

  6. kayaknya keliatan kalo aldi kurang berkualitas apalagi pak eddy yusuf yang terkesan memberikan pendapat suaranya dibesar-besarin buat nakut-nakuti, padahal yang mau ditakutin tu mantan boss nya yang mengangkat dia dari rakyat biasa.

    rasanya enggak etis aldi mengungkit-ungkit kerja syahrial. bravo buat sohe, saya semakin mantap memilih anda

  7. @ rina dan arul

    Wah, sayang ya nggak sempet nonton. Padahal itu ajang kami, masyarakat Sumsel memperkenalkan calon pemimpin kami.
    Mudah-mudahan ada siaran ulang Lagi yg ke 3 kalinya yaa..

    @ alif
    Makasih yaa. Semoga bisa terwujud harapan2 tersebut.

    @ andrie

    “coba jelaskan maksud anda kubu alex noerdin mengungkit-ungkit kinerja sohe…..!!!
    Bukankan yang namanya debat itu seperti itu?”

    Pertama saya memaknai kata “SEPERTI ITU” pada kalimat kedua mengacu pada “KUBU ALEX NOERDIN MENGUNGKIT-UNGKIT KINERJA SOHE”.
    Sehingga secara implisit, anda MENDUKUNG pernyataan saya kalo hal tersebut memang terjadi.

    Ketika saya SMA, saya diajarkan untuk menjadi debaters yang baik. Dalam ilmu debat yang saya pelajari, debat bukan berbicara tentang lawan, tapi tentang SAYA.. Tidak usah pusing-pusing mikirin lawan, yang penting pendapat SAYA logis, bisa diterima, dan bisa mematahkan pendapat lawan saya. TAPI TIDAK BOLEH BERSIFAT MENJATUHKAN LAWAN, apalagi secara pribadi. Saya tekankan, HANYA MEMATAHKAN PENDAPAT LAWAN.

    Saya menonton siaran tersebut dan menonton siaran ulangnya. Setelah saya review, memang itu Jelas terjadi. Anda pasti nonton dong acaranya sampe bisa ikutan berpendapat.

    Mengenai pernyataan tentang tingkat kriminalitas yang tinggi di Palembang, saya akui itu memang benar. Citra masyarakat Sumsel memang agak negatif di mata orang-orang non-Sumsel yang tinggal di luar Sumsel. Saya kutip pernyataan dari majalah remaja SEVENTEEN edisi Juni 2008. Majalah ini menulis tentang 10 destinasi liburan pilihan seventeen. Ada di kolom “Tip” tertulis, “Biarpun semangat menjadi kota wisata, sayangnya Palembang terkenal rawan pencopet! Jadi jaga baik-baik barang bawaan kamu selama berada disana.”

    Tingginya tingkat kriminalitas, bukan hanya masalah kesejahteraan. Ini menyangkut integrasi banyak bidang. Semua saling berhubungan. Bukan hanya pemimpin yang gagal mensejahterakan rakyatnya, tapi juga meliputi kegagalan seluruh lapisan masyarakat, termasuk SAYA dan ANDA.

    Smuanya IMHO loh..

    @ Jaya

    Semua orang punya pendapat yang berbeda, juga pilihan yang berbeda.
    Semoga kita dituntun oleh Tuhan YME untuk memilih pemimpin yang terbaik.

    Cheers,,
    ‘ o c H e “

  8. haha…. iya bos…. keliatan pasangan no 1 gk bisa debat…
    dari awal sampai akhir taunya cuma menilai kinerja SO…
    namanya debat ya promosiin diri dounk…. semuanya… visi misi, janji-jani dsb….
    urusan menilai biar masyarakat yang buat penilaian…

    emang MUBA segitu majunya yach????

    coba d kesana, cukup satu minggu anda kesana… liatin semua…
    semua yang dibangun dengan dana segitu besarnya yang manfaatin SIAPA????
    sekolah yang bagus2 cuma ada di SEKAYU, di sekitarnya?????
    klo mo nilai MUBA maju jangan dari kota sekayunya aja….
    cb liat daerah sekitarnya….

    “SUMSEL MAJU”

  9. Kalau menurut saya pada debat kemaren yang sangat sayangkan adalah ketidakmampuan Bapak-Bapak calon pemimpin kita (semuanya) mengendalikan emosi. Akibatnya pasangan ALDY, tidak kelihatan CERDASnya dan pasangan SOHE tidak kelihatan HEBATnya. Pada tataran mereka kontrol emosi seharusnya lebih baik dari rata-rata orang Sumsel, termasuk saya. Saya tadinya sungguh berharap melihat sebuah gelaran adu kecerdasan, kematangan berfikir dan kontrol diri yang mumpuni.

    Saya mengenal dekat salah satu dari mereka dan tahu benar kapasitas beliau ketika berargumen di depan pakar-pakar dan akademisi. Waktu itu beliau bisa menjabarkan kebijakannya dengan runtut dan jelas. Tapi dalam debat kemaren saya tidak melihat itu.

    Mudah-mudahan Sumsel tidak salah pilih. Amin

  10. Kalau mau bicara Muba, mungkin paling tepat jika yang bicara itu warga Muba yang tinggal di kabupaten ini sejak sebelum hingga sesudah Alex Noerdin memimpin; jadi bisa membandingkan. Kalau anda orang dari jawa atau palembang, yang tinggal baru seminggu di Muba, mending tidak usah cerita soal Muba deh, karena yang anda tahu cuma kulitnya doang.

    Kalau anda dari kota besar dan lihat bagunan-bangunan di sekayu, pasti akan bilang “yang ginian juga ada di kota”. Yang tidak anda ketahui bahwa 6 tahun lalu tempat bangunan2 tersebut berdiri adalah rawa/hutan angker. Yang harus anda lihat di sini adalah lompatan pembangunan Muba dalam enam tahun ini.

    Berikut kutipan dari tulisan (kisah nyata) di blog lain, mungkin bisa bermakna sesuatu:

    Yang saya tahu Alex Noerdin itu orangnya punya kemauan keras, termasuk untuk hal-hal yang bagi kebanyakan orang mustahil.

    AN itu suka dengan suasana yang kompetitif (yang tidak paham dengan ini akan bilang dia sombong). AN itu orang yang gengsinya tinggi. Dia malu kalau tidak tepat janji. Lihat saja bagaimana Dia memasang countdown timer besar di depan kantornya untuk menghitung mundur masa jabatannya sebagai Bupati Muba. Orang lain mana berani begitu bisa bikin stress lho!

    Saya jadi warga Sekayu sejak ’99, sebelumnya pernah tinggal di Kota SoE, NTT. Ditempatkan di kota Sekayu benar2 mimpi buruk; bisa anda bayangkan saat itu kota Sekayu keadaanya jauh tertinggal dibanding sebuah kota kecil di Timor sana yang SDAnya sangat minim.

    Kendaraan keluar-masuk kota Sekayu paling lambat jam 16.00, dan setelah itu tdk ada lagi yang berani. Fasilitas umum tdk usah ditanya, wartel cuma satu di Telkom. Siaran TV cuma TVRI kabur pula. Punya duit mau belanja? jawaban yang banyak didapat cuma “suwek” alias tdk ada.

    Sekedar belanja remeh-temeh saja kami harus ke Palembang, naik Bus karatan yang penuh sesak krn lorong tengahnya diisi “bangku tembak” dari plastik, dan kadang musti bercampur dengan karung beras, terigu, ayam dll. Tidak ada pilihan lain.
    Jadi wajar saja jika saat itu ada PNS yang berani bayar, asal jangan ditempatkan di Sekayu.

    Waktu kota sekayu mengajukan diri jadi tuan Rumah PON XVI, banyak yang bilang AN itu gila, termasuk saya. Soalnya lokasi yang katanya untuk wisma atlet, kolam renang, dan venue lainnya, saat itu masih rawa-rawa. Namun dalam hitungan bulan semuanya berubah, termasuk SDM udik yg biasa lelet seperti saya juga dipush untuk berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik. Dan ternyata dia (kami) berhasil.

    Tahun 2002, dengan APBD hanya Rp. 300 Milyar, AN canangkan sekolah gratis, saat itu banyak juga yang mencibir, termasuk sebagian para guru yang takut “sabetannya” hilang dan kepentingannya dimarginalkan.

    Ternyata AN bisa, apalagi setelah dia berhasil menaikan APBD Muba hingga Rp. 1,8 Trilyun (550%) hanya dalam waktu 5 tahun. Kebalikannya sekarang malah PNS biasa gantian yang cemburu dengan para guru di Muba yang banyak mendapat fasilitas, termasuk uang makan (> dari PNS lain), kendaraan dinas, kuliah gratis, dll.

    Jadi kalau sekarang AN bilang Sekolah Gratis dan Berobat Gratis bisa dilaksanakan di Sumsel dalam waktu satu tahun, saya yakin pasti bisa, dia pasti tidak bohong. Dia pasti sudah punya kalkulasi untuk itu. Sumsel ini kaya, Orang sumsel juga pintar2, jadi kenapa takut tidak bisa?

    Dalam skala negara, Venezuela telah menerapkan sekolah gratis, padahal negara tsb tidak kaya2 amat, tapi bisa. Jadi saya kira kuncinya ada di komitmen pemimpin dan masyarakatnya.

    Sebuah janji yang konkret, menurut saya harus punya batas waktu. Jika seseorang berhutang pada anda dan bilang “akan saya bayar tanggal satu bulan depan” tentu akan lebih menenangkan daripada kalau dia bilang “akan saya bayar kapan-kapan kalau sudah punya duit”

    Saat ini Muba sudah maju untuk ukuran sebuah kabupaten di Indonesia. Tak terbayangkan akan seperti ini jika mengingat 6 tahun lalu. Tanpa Bupati seperti AN mungkin tidak akan ada perubahan sebesar ini.

    Nah, Selamat memilih Saudaraku.
    Salam dari Sekayu

  11. Panelis lokalnya terlalu texbook. Seharusnya mereka mengejar informasi dari para calon. Umpamanya : Tentang jawaban AN mengenai akan menyediakan sekian puluh ribu lapangan pekerjaan. Apakah sanggup menyediakan lapangan pekerjaan tersebut dalam jangka waktu satu tahun.

  12. @ berharap pemimpin yang amanah
    saya sih enggak tau smua jawaban pertanyaan anda. Saya baru beberapa kali ke MUBA. itupun saat peresmian sirkuit skyland jaman PON dulu.

    @ Dessy
    Iya, saya juga cukup kecewa.
    Debat tersebut jauh dari harapan. Melenceng dari debat secara dewasa.
    Mudah2an di acara debat METRO TV tanggal 29 Agustus nanti, mereka akan lebih baik.
    Jangan lupa nonton yaa..

    @ Faisal
    Relawan ungu ye??
    hehe…

    @ WONG MUDO
    Dari komentar anda, saya jadi kepikiran. coba klo ada acara debat, masyarakat diminta mengirimkan pertanyaan via sms ato email. Trus pertanyaaan2 tersebut diseleksi. Pertanyaan yang dianggap layak dan mewakili masyarakat, akan diajukan dalam debat itu..
    Andai…

    Just me,
    ‘ o c H e ‘

  13. dalam debat sebaiknyanya jawab saja apa yang ditanya, tanpa menyinggung atau mengambil contoh lawan debat kita, malah kelihatan kekerdilan jiwa kita sebagai calon pemimpin!

  14. 1) Saya tidak sependapat dengan pandangan “orang luar” yang mengatakan “Wong Sumsel gak bisa debat”.
    Sangat bisa….! Tapi dalam situasi penuh dengan “ketegangan” dan disaksikan oleh beribu-ribu (bahkan berjuta) pasang mata di negerikita ini (sekurang-kurangnya warga Sumsel sendiri, yang nonton…) tentu faktor kejiawaan dan emosional seseorang akan terganggu. Cobala kita berorasi di hadapan ratusan orang yang matanya memelototi kita, Saya yakin ketegangan itu akan terasa. Terkecuali Anda adalah “Orator Tangguh” atau sekurang-kurangnya berprofesi sebagai “:Sales Marketting”. Alex Noerdin, Syahrial Oesman, Eddy Yusuf, atau bahkan sekelas presenter handal seperti Helmi Yahya akan mengalami kondisi mental yang berbeda. Membawakan sebuah “kuis” akan sangat berbeda tatkala seseorang berbicara VISI, MISI, dan PARADIGMA berbirokrasi.
    Jadi menurut Saya, sangat wajar jika muncul “kekakuan” dalam perdebatan waktu itu.
    2) Debat, menurut saya adalah sebuah proses beradunya argumentasi antara dua pihak (mungkin bisa lebih, sesuai kondisi) tentang sebuah materi permasalahan. Materi pembicaraannya adalah bagaimana cara berfikir, cara bekerja, dan cara memberi solusi atas multi permasalahan di Sumsel, jika “SAYA” (kata peserta debat) menjadi pimpinan di propinsi ini?
    Sudah pasti akan terjadi benturan, dan tidak mustahil akan melebar ke permasalahan lain yang menurut si pendebat “relevan” dengan materi perdebatan. Jadi jangan salahkan “ALDY” ataupun “SOHE” jika dalam perdebatan terjadi saling gugat atau saling kritisi. jangan berdebat kalau tidak bisa kritis dalam bertanya, tetapi demikian pula sebaliknya, jangan berdebat jika tidak bisa dikritisi.
    Jika terasa ada pribadi yang “merasa diserang”, menurut Saya wajar, dan tidak perlu protes secara berlebihan. Bukanlah tatkala mengeluarkan sebuah kebijakan atau bahkan sebuah perintah, semua esensi dan konsekuensi dari kebijakan itu muncul karena “kepribadian” sang pemimpin sendiri.
    3) Tidak boleh dicampuradukkan antara pribadi (baca: akhlak, perilaku) seorang pemimpin dari “titah”nya, menurut Saya tidak juga benar. Karena sebagai pemimpin dia tidak hanya bertanggung jawab terhadap lembaga yang mengawasinya (baca: DPRD) melainkan bertanggung jawab terhadap rakyat (baca: umat) dan yang lebih utama adalah TUHAN.
    4) Dikritisi, dikoreksi, diungkit, digugat, atau dalam bahasa “kasar”nya dihujat oleh orang lain (baca: kandidat lain) harus dipandang sebagai “konsekuensi pemimpin”. SBY saya sering memperoleh perlakuan seperti itu oleh lawan-lawan politiknya. Bahkan Nabi kita sendiri sering menerimanya. Yang “tidak beres” itu adalah jika seseorang begitu pandai menghujat orang lain tapi ia “tak pernah berbuat” yang lebih baik dari “si terhujat”. Trus setelah dia memperoleh kedudukan yang sama dengan yang dihujatnya, malah ia lebih bobrok dan bejat. Yang dihujat bejat, yang menghujat khianat. Maka tunggulah kehancurannya.
    4) Menurut Saya, dua kandidat (beserta pasangannya) yang tampil dalam Pilgub Sumsel Tahun 2008 ini adalah yang terbaik dari yang ada di Sumsel. Akuilah…., kedua pasangan kita itu adalah yang terbaik di Sumsel saat ini. Karena mereka telah berani tampil, berani berjanji, berani berbuat, dan memperoleh dukungan dari masyarakat. Sedangkan apa yang telah kita perbuat (untuk Sumsel ini), kecuali B.E.R.K.O.M.E.N.T.A.R…..
    5) Mari gunakan hati nurani, gunakan fikiran sehat, dan merefleksi diri untuk memilih yang terbaik dari “YANG ADA SAAT INI” karena inilah yang terbaik dari Sumsel. Jauh lebih baik dari KITA.

  15. “Tak ada yang mudah, tapi tak ada yang mustahil”. Itulah kata-kata bijak yang Saya ketengahkan untuk Anda.
    Menggratiskan sekolah, mengapa tidak? Ini hitung-hitungan kasar. Misalkan APBD sebuah kabupaten “hanya” Rp 600 M saja. 20% APBD = Rp 120 M Ada 20 SMA/K, 40 SMP, 150 SD di kabupaten itu. Misalkan sebuah SMA membutuhkan RAPBS Rp. 500 juta, SMP perlu Rp 400 juta, dan SD Rp 200 juta. Maka perhitungan kebutuhan untuk penggantian RAPBS sekolah adalah 20X500 + 40X400 + 150X200 = 10 M + 16 M + 30 M = Rp 56 M. Masih ada anggaran Rp 64 M untuk kebutuhan operasional pendidikan lainnya.
    Selama ini gak pernah dijalankan (di Sumsel) karena belum ada itikad baik dari pengambil keputusan di tingkat atas (kepala Daerah + DPRD).
    Siapa diantara 2 pasang jagoan Sumsel-1 ini yang beritikad baik terhadap pendidikan? Pasti bisa! Siapapun orangnya. Bukankah “Setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”? Lagipula 20% APBD untuk pendidikan adalah amanat Undang Undang.

  16. Jangan bebalah neman ige, oleh Aldy dengan Sohe. Kele jeme jadi gubernur, lupe dg kite…..Beda selera itu wajar..TAPI TETAP AKU PILIH SOHE…..karena apo? pengalaman pribadiku, terekam yang tak enak-enak dg Bupati kami dulu.Kapan negor kesalahan anak buah, di forum besar…walaupun nantinya ternyata, kesalahan itu cuma fitnah, NYAKITKAN LAGI KALIMATNYO, PADAHAL KITA BELUM TENTU SALAH…teori kepemimpinan manapun, tidak ada yang menganjurkan untuk, menegur, mengkritik, atau pun konfirmasi(boro-boro konfirmasi, pokoknyo ngomong asak galak dulu, yang lain urusan belakangan) di depan forum yang ramai. Tapi katoku tadi, kito jangan ribut2, nak pilih ALDY pun monggo….

  17. Wadow….
    Baseng nak milih siapo. Tinggal kito bedo’a, sapo yang menang mesti tanggung jawab samo janji-janjinyo. jangan omdo..

  18. saya terus terang juga kurang sependapat denga aldi soalnya, rakyat kecil sudah gerah dengan janji-janji…
    mana ada orang yang udah hidup enak…terus mo dilepasin begitu aj…
    pasti nanti ada-ada alasannya biar gak lepas jabatan…
    masih proses, ini lah…itu lah..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: