Autisme [part 1]

Februari 24, 2009 pada 6:22 pm | Ditulis dalam I just wanna share | 23 Komentar
Kaitkata: ,

Sekarang saya sedang membuat laporan penelitian mengenai autisme. Gak ada salahnya saya tulis di blog dengan bahasa yang agak populer,,biar nambah-nambahin pengetahuan orang-orang yang rajin baca blog saya. Hehehe… Tentang autis ini saya bagi jadi beberapa posting, biar lebih sistematis.

… setelah saya berbicara dengan beberapa ahli yang menangani autis saya, maka saya yakin bawa Tuhan Maha Adil, karena DIA memberikan mutiara Bakat pada semua manusia di dunia ini, baik yang normal maupun yang kurang seprti saya, dan inilah jembatan yang dapat saya lalui yang menyamakan keberhargaan saya denga seluruh umat manusia di dunia ini. Prof. Paul Hardin (penderita autis)

Anak adalah anugerah yang besar bagi sepasang suami istri. Tapi, ada kondisi dimana anak mendapatkan suatu kelainan sehingga si anak sering kali disebut sebagai pembawa hoki ataupun pembawa bencana. “Kelainan” yang saya maksud adalah autisme.

Kata autis berasal dari bahasa Yunani “auto” berarti sendiri yang ditujukan pada orang dengan gejala “hidup di dunianya sendiri”.

Autisme merupakan istilah yang menggambarkan jenis gangguan perkembangan yang mengakibatkan si anak mengalami gejala inti berupa gangguan kualitatif, kognitif, interaksi sosial, komunikasi, bahasa, perilaku, minat, dan kegiatan. Orang pertama yang mendeskripsikan gangguan ini adalah bapak Leo Kanner, makanya autis disebut Kanner’s disease ato infantile autism.

Autisme merupakan suatu “spectrum disorder” alias gejala perilakunya sangat kompleks dan bervariasi. Syahdan, gak ada dua anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme menunjukkan pola dan variasi perilaku yang sama persis. Nah lo!

Seringkali ditemukan gejala yang tumpang-tindih dari beberapa gangguan perkembangan anak yang laen. Hal inilah yang menjadi rintangan dalam mendiagnosis autisme, terutama autisme ringan. Emang ada yang berat?? Ya ada dong..

Nanti kita lanjuuuutt di part 2 ya.

Blogging Tanpa Koneksi Internet

Januari 21, 2009 pada 5:53 pm | Ditulis dalam I just wanna share | 41 Komentar
Kaitkata: ,

Blogging Tanpa Koneksi Internet.. Mimpi kali yee!

Hehe.. Bangun dong! Jaman udah canggih, masa masih mimpi! Hare geneh teknologi dibuat untuk mempermudah pekerjaan dan tentunya bikin kita makin hemat waktu serta hemat uang.

Hobi blogging yang buat saya bisa jadi hobi yang sangat “mahal”. Mahal untuk saya terus terkoneksi dengan server wordpress dalam menulis postingan. Makin lama nulis, makin mahal juga yang harus saya bayar. Selain itu, kalo saya nulis secara online, sering merasa tergoda untuk klak-klik sana-sini. Bisa gak slese-slese postingannya.

Tapi sekarang, sudah ada solusinya. Program ini udah lama muncul,,tapi dasar gaptek,,saya nggak tau ada program canggih kayak gini. Peace out!WriterSplash

Program ini memungkinkan saya untuk blogging secara keseluruhan dalam kondisi offline. Saya bisa daftar blog, ngatur account, nulis artikel, masukin foto, masukin video, nambah category, nambah tags, nambah link, ato preview calon artikel saya…

Programnya bisa didapatkan gratis disini.

Ukuran file installasinya cuma 1 Mega-an, tapi dari sini kita bisa install macem-macem. Ada Windows Live Writer, Mail (buat koneksi email ke outlook), Messenger (ke MSN messenger doang), Family Safety, dll. Totalnya 159 Mb. Tapi kalo cuma Live Writer, seinget saya cuma butuh 18 MB.

Windows Live Writer

Abis install, kita mesti masukin data2 blog ke sini. Nah, smua tetek bengek blog kita di kopi sama windows live writer, termasuk template dsb. Jadi kita bisa preview kayak pas kita online. Asik laah pokoknya.

Selama proses installasi, masukin account dan post ke blog, kita mesti konek ke internet. Selebihnya, offline!

Tips agar lebih hemat:

Bikin posting banyak2. Trus di pengaturan “publish date” atur dah tanggalnya untuk sekian hari ke depan. Terserah,,mau ada jeda brapa hari. Misalnya, kita siap 3 postingan di tanggal 28 Januari 2009. Trus posting pertama kita atur untuk publish tanggal 28 Januari 2009, trus posting kedua kita atur tanggal 31 Januari 2009, dan postingan ketiga untuk 3 Februari 2009.

Berikutnya kita post smua tulisan tadi lewat windows Live Writer. Jadi deh kita akan terus apdet terus selama satu minggu walo gak online. SMART, huh!

 ‘ o c H a ‘

*gambar pertama dari sini.*

. . Smile . .

Januari 19, 2009 pada 10:36 am | Ditulis dalam I just wanna share | 19 Komentar
Kaitkata: , ,

Perhatian!!!

Posting ini mengandung gambar yang beresiko membuat anda mimpi buruk nanti malam. Mohon jangan teruskan membaca dan segera klik “close” di kanan atas browser anda.. Segala akibat dari melihat gambar tersebut bukan tanggung jawab pemilik blog. OKE!!

* * * * * * * * * * * * * * * * * *

Pernahkah menemui orang yang terus2an menyimpan senyum? Maksudnya orang2 yang nampaknya merasa malu pas orang notice mengenai giginya yang rapet,,giginya yang berjarak cukup besar satu sama lain,,ataw yang giginya agak sticking out from your mouth/lip..

Ato malah sodara-sodare sendiri yang memiliki perasaan “gak PeDe” buat senyum..

Hmm,,worry no more!

Jaman sekarang udah canggih, boi! Because beyond the thought of brilliant dentistry, senyum2 yang masih dikulum tadi bisa diperbaiki dengan alat yang suka disebut “Kawat gigi”.

Coba liat foto ini (ini foto yang beresiko bikin anda mimpi buruk)

orthodontic-brace

Mungkin sebagian ada yang bertanya2,,apa ini gigi manusia??

I Y A, GIGI MANUSIA.

Gigi yang rapet2 maju-mundur-overlapp kayak gini bener2 susah dibersihin. Macem2 masalah yang bisa diakibatkan oleh gigi “jelek” gini antara lain masalah plak yang nantinya jadi karang gigi >> sulit dibersihin >> jadi sarang kuman >> sakitnya njalar ke gusi >> terus.. terus.. terus.. bisa sampe masalah tulang dong.

Jadi sebenernya kawat gigi bukan cuma solusi untuk masalah estetik, tapi juga masalah fisiologis.

Foto gigi orang yang sama setelah 10 bulan

gigi (3)Naah,, bisa diliat kan perbedaannya. Dari yang nyeremin kayak di atas, jadi lebih teratur kayak di kanan. Selain lebih enak diliat, ternyata lebih mudah dibersihin, dan tentu oral hygienenya jadi lebih baik. Satu lagi, coba perhatikan gusi rahang atas dan bawah. Bandingkan dengan gambar kedua..

Pemakaian kawat gigi ini direncanakan selaama 4 tahun pake yang permanen >> yang ada bunganya kayak gambar 2, serta 1 taon yang lepas2 >> berupa kawat doang.

Hmm.. berapa lamapun ituh,, pokoknya si pemilik gigi sudah gak ngulum senyum lagi dan sekarang liat deh,,

Sekarang saya udah jago nyengir kayak gini.. (setelah 2,5 taon pake kawat gigi)

Nyengir

‘ o c H a ‘

Resolusi 2009

Januari 4, 2009 pada 7:57 am | Ditulis dalam Hari-hari Heppi-heppi | 27 Komentar
Kaitkata:

Yahaha.. Itu cuma rencana Resolusi kok..

Yang aslinya

Resolusi 2009:

Tidak membuat Resolusi yang

muluk-muluk seperti di atas!!!

Sontoloyo thing di malam tahun baru

Desember 30, 2008 pada 4:14 am | Ditulis dalam Dunia Ini Panggung Sandiwara.. | 12 Komentar
Kaitkata:

Di masjid depan rumah saya semalem diadain peringatan 1 Muharram 1430 H berupa dzikir bersama. Setelah acara dzikir slese, dilanjutin acara makan-makan. Masjid memang udah nyiapin konsumsi berupa nasi kotak (isinya nasi minyak, rendang, dll,saya gak tau pasti.).

Tepat acaranya selesai, saya buru2 pulang ke rumah karena saya bener2 udah laper. Kenapa gak nunggu nasi kotak?? hihihihi. Di rumah ada ayam cabe favorit saya. Nggak bisa dikalahin ma nasi minyak,,apalagi rendang. Karena rendang buatan mama saya enaaaakkk banget.

Tinggallah papa & mama yang tetap di masjid. Kebetulan mereka memang termasuk panitia acara.

Tapi eeee tetapi… Sekitar 3 menitan saya tutup pintu, mama nyusul masuk ke rumah.

“Kok cepet pulang ma?”
“Ah, kacau nih. Daripada mama tetep disana trus sebel, mending pulang aja.”

Ngliat dari ekspresinya, saya gak tanya lebih jauh. 

“Ya udalah. Mau makan gak? Mbak lagi siap2 mau makan, nih.”
“Okelah.. yuk!”

Jadilah kami menikmati makan malam berduaan.

“Mana papa ya?” Saya beraniin tanya karna sepertinya udah agak reda tu emosi mama.
“Masih di Masjid sih. Tadi mama liat papa sama bapak2 lain. Eh, mbak, tau nggak?”
Nggak tau. . .”
“Yee,,bentar duluuu. Mama pulang cepet nih gara2 di sana ibu2 malah sibuk beres2. Bungkus2 makanannya untuk bawa pulang, padahal acara makan2nya belom mulai.”

“Lha, mbak kira udah makan2..” Saya gak berani komentar lebih jauh, biar mama aja deh yg cerita.
“Tau-tau bu xXx (istri ketua masjid) marah sama mama karena nyuruh bawa pulang makanan. Padahal tadi mama cuma bengong, ngliatin ibu2 laen bungkus2.”
“Mama gak jelasin ma bu xXx?”
“Ya mama bilang lahh. Tapi malah si ibu ikutan bungkus2.”

Pembicaraan kami terputus karena papa pulang. Saya jadi curiga, soalnya masjid masih rame banget.

“Acaranya dah slese ya pa?”
“Hehehehe.. Papa nih kabur, mbak. Yang di masjid pada buas-buas tuh. Rombongan tamu undangan dari luar masih ada 4 orang yang belom kebagian makan. Papa pikir masjid keliatan sibuk karena pada sibuk ngurusin tamu. Tapi ternyata mereka sibuk rebutan nasi kotak. Sementara tamunya didiemin aja.”
“Ih, mama juga tadi kayak gitu. Tapi ibu-ibunya masih di ruang konsumsi, pa.”
Tiba2 aja mama ikut ngobrol.
“Ini bapak-bapak loh, ma. Papa malu banget ma tau-tamu. Makanya setelah selesai urusan makan mereka, papa kabur.”

Akhirnya papa ikut nimbrung makan. Udah kelaperan banget, terakhir cuma makan pempek sore, sementara saat itu udah jam 10 malam.

BAru aja slese makan, ada ketokan dari pintu depan. Papa langsung buka sendiri. Hohoho.. Ternyata pakDe wWw dan pakDe mMm.

“Loh, pak.. Ada apa?” papa tanya dengan nada datar dan tetep papa bangeet >> ramah.
“ini.. mau anterin nasi kotak nih.. Sekalian.. Minta tolong liatin, ada yang pingsan di Masjid, si nNn.”
“Ayo kita liat.. Nasinya bawa pulang lagi aja. Di sini gak ada yang mau makannya. Anak2 udah pada makan.”

“Ya, buat sarapan besok pagi aja.” Kata si pakDe setengah memaksa.
“Gak lah, anak-anak gak suka nasi minyak.” Nada bicara papa mulai berubah..

Papa pergi dan saya masuk kamar. TEringat sama suatu kalimat yang ntah saya pernah baca dimana. Isinya kira-kira gini,

Seorang intelektual harus jaga jarak biar nggak terperangkap dalam kekuasaan. 

Soalnya ketika intelektual itu masuk ke dalam lingkaran kekuasaan (saya analogikan sebagai kelompok buas tadi) dan lupa pada kewajiban, nilai keadilan dan kebenaran, maka bukannya mengabdi pada rakyat (tamu undangan). Setelah berkuasa, ia malah menjadi bencana bagi rakyat.

Nah, sebut saja papa mama saya kelompok  intelektual yang belum terjebak pada kekuasaan. Menurut saya, seorang intelektual jangan bersikap netral seperti sikap mama saya yang diam saja. Datar.

Bergerak!!

Akan lebih keren kalo kaum ini bermakna bagi masyarakat.

Kaum intelektual yang belum terjebak pada kekuasaan seperti ini memiliki tugas untuk masuk ke dalam kaum buas dan menyelamatkan rakyat,,seperti si papa yang berhasil memberikan nasi ke tamu. Tapi lagi-lagi saya sesali, si papa malah kabur. Padahal jumlah ‘rakyat’ yang perlu diperjuangkan masih banyak.

Kalo kebenaran cuma diambil setengah-setengah kayak gini, kemana dong sisanya?? Apa lari lalu bertransformasi menjadi ketidakbenaran?

Wow….. Ntahlah.

Anyway, Selamat Tahun Baru Islam 1430 H. Semoga kita selalu diberi kebaikan, diberi kesehatan, dan dimudahkan segala urusan, dll..

Serta selamat tahun baru 2009. Jangan lupa taon depan pemiluu. Ada paranormal *apa kita paranggaknormal yaak??* yang bilang kalo pemilu 2009 gak bakal terwujud. Kita liat aja nanti.

Oiaah,,saya cuma dapet 3 sms taon baru hijriah loh.. Dan sms selamat natal?? taon ini menyusut, cuma 14 buah. Dapat sms natal udah jadi ritual buat saya. Tiap taon saya konfirmasi, tiap taon juga ada orang baru yang sms.

Loh kok?!!

Kapan-kapan saya ceritain deh. Hehe..

oneLy me,

o c H a

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.